|
Wednesday, 28 December 2011 |
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitulah jugalah aku bermalam:bangsamulah bangsaku dan Tuhanlah Tuhanku; (Rut 1:16) Kalau anda baca cerita Rut secara keseluruhan menggambarkan kehidupan seseorang yang dalam arti apa pun yang sebenarnya tidak mungkin masuk dalam silsilahnya Tuhan Yesus. Karena Rut adalah orang Moab. Apalagi orang Yahudi mengakui keyahudian melalui jalur ibu, dan Rut adalah sisi ibu, yang secara logika manusia tidak boleh dimasukkan dalam silsilah. Tetapi di dalam Tuhan ada perkecualian-perkecualian, dan inilah yang namanya anugerah. Pertanyaannya: mengapa Tuhan sampai memasukkan Rut dalam silsilah Yesus? Salah satu watak Rut-lah yang membuat Tuhan 'jatuh cinta' adalah kesetiaanya, kesetiaan Rut melebihi rasio pertimbangan manusia. Kalau saudara menghendaki Tuhan 'jatuh cinta' kepadamu, milikilah watak seperti watak Rut, setia melebihi rasio pertimbangan manusiamu. |
|
|
Wednesday, 21 December 2011 |
Kolose 3:5-17 Kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya (Kolose 3:9-10) Ketika masih kecil, kakak saya pernah berteriak histeris karena seekor ulat daun yang hijau bergaris-garis kuning menempel di bajunya, meliuk-liuk menjijikkan, sembari bulu-bulunya mengeluarkan zat yang membuat gatal. Malamnya, ia terbangun mengigau ketakutan membayangkan tubuhnya dirambati banyak ulat. Namun, keesokan harinya ia sudah ceria berlari-lari di taman bunga mengejar kupu-kupu yang berwarna-warni indah. Seakan-akan ia lupa bahwa kupu-kupu cantik itu berasal dari ulat daun yang gatal dan sangat menjijikkan baginya. Hanya, ulat jelek itu harus berubah melalui metamorfosa yang menjadikannya kupu-kupu cantik. Paulus mengingatkan jemaat di Kolose bahwa kondisi kehidupan lama mereka sesungguhnya penuh dengan dosa menjijikkan bagai ulat daun yang mendatangkan murka Allah. Namun, kini hidup mereka telah ditransformasikan menjadi kehidupan baru bagaikan kupu-kupu cantik. Maka, Paulus menasihati agar mereka sungguh-sungguh menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui agar semakin serupa dengan gambar Sang Khalik. Yakni mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, sifat saling mengampuni dan kasih. Sahabat... Kita pun perlu menguji kembali hidup kita saat ini. Apakah hidup kita masih dikuasai hawa nafsu daging; yaitu keserakahan, percabulan, kenajisan, marah, geram, fitnah, kata-kata kotor? Atau, kita mau memberi diri agar hidup kita ditransformasikan menjadi kehidupan yang terus-menerus diperbarui setiap hari hingga memberkati orang lain dan memuliakan Tuhan? HIDUP BERTUMBUH DALAM KRISTUS BERARTI HIDUP YANG TERUS BERTRANSFORMASI |
|
|
Wednesday, 14 December 2011 |
"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, teta[i orang fasik akan roboh dalam bencana" (Amsal 24:16) Banyak gagal berarti banyak sukses. Semakin banyak kita mengalami kegagalan, hal itu menunjukkan bahwa kita semakin banyak melakukan tindakan. Semakin banyak tindakan yang kita buat, semakin besar juga potensi kita meraih kesuksesan. Semakin banyak "poin kegagalan" anda, semakin banyak juga poin yang anda kumpulkan untuk meraih kesuksesan. Sergey Brin, pendiri Google berkata "Anda harus berkali-kali gagal untuk satu kali sukses". Mungkin kita heran bahwa ucapan tersebut keluar dari mulut seorang pendiri Google yang dikenal sebagai proyekyang sangat sukses di bidang IT. Pada kenyataannya, sebelum Google tercipta, Sergey Brin sudah berulang kali membuat proyek yang gagal total !!! |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 17 |