|
Friday, 15 January 2010 |
DOKTER DERMAWAN Dokter Lo Siaw Ging dari Solo, Jawa Tengah, terkenal dermawan. Ia merawat dan mengobati pasiennya tanpa menetapkan tarif, dan sebagian besar pasiennya malah tidak dikenai biaya. Lebih jauh lagi, ia bersedia menanggung biaya pembelian obat dan, jika perlu, biaya perawatan di rumah sakit bagi pasien yang tidak mampu. Menjadi dokter, bagi Lo, adalah sebuah anugerah. Ia juga mengingat baik-baik nasihat ayahnya, “Kalau mau jadi dokter, ya jangan dagang. Kalau mau dagang, jangan jadi dokter.” Sikap ini membuatnya dicintai dan dihormati warga sekitar. Ketika terjadi kerusuhan pada 1998, penduduk setempat berinisiatif menjaga tempat praktiknya.
Sungguh melegakan, sosok seperti Dorkas ternyata masih ada pada masa kini. Perempuan Yope ini memiliki dampak yang mendalam bagi masyarakat sekitarnya. Ia rajin berbuat baik, terutama dengan menolong orang-orang miskin. Tampaknya Dorkas terbiasa menyantuni para janda dengan pakaian hasil jahitannya sendiri. Ketika ia meninggal, rumahnya penuh dengan peratap, orang-orang yang merasa berutang budi atas kebaikan hati Dorkas dan sangat kehilangan atas kepergiannya. Dan, ketika Petrus membangkitkannya dari kematian, berita itu “tersebar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan” (ayat 42).
Pekerjaan kita tidak lain ialah mimbar untuk mewartakan kebaikan Tuhan. Dia tidak hanya memakai pengkhotbah hebat seperti Petrus dan Paulus, tetapi juga orang yang bermurah hati menggunakan talentanya untuk memberkati sesama seperti Dorkas. Marilah kita, seperti dokter Lo, mengikuti teladan Dorkas.
KEDERMAWANAN BAHKAN BERUSAHA MENCARI ALASAN AGAR DAPAT MEMBERI—PUBLIUS SYRUS | Penulis: Arie Saptaji Diambil dari : Renungan Harian Rabu, 13 Januari 2010 www.renunganharian.net | | |
|
|
Tuesday, 08 September 2009 |
|
Baptisan Roh Kudus dapat kita alami dalam berbagai kondisi, bisa saat kita sedang menyembah dan berdoa bersama-sama (Kis 1: 14 dan 2 : 1 – 4), atau saat kita mendengarkan pembritaan firman Tuhan (Kis 10 : 44 – 48), atau lewat penumpangan tangan hamba Tuhan (Kis 19 : 4 – 6). Tapi yang pasti saat kita menerima baptisan Roh Kudus, otomatis kita beroleh janji Allah dalam Kis 1 : 8, yaitu kita mendapat janji bahwa kita akan memperoleh kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus dalam hidup ini. Dan kuasa untuk menjalani hidup itu sangat diperlukan, karena hidup kita ini bagaikan sebuah perlombaan lari. Bukan lari jarak pendek atau menengah, tapi lari maraton yaitu lomba lari yang diperlukan ketekunan, kesabaran, stamina yang kuat, mental seorang pemenang, dan sebagainya. Artinya untuk menjalani hidup ini sehingga berhasil, kita perlu yang namanya kuasa dari tempat yang maha tinggi. Salah satu kuasa yang akan kita peroleh saat kita dibaptis Roh Kudus adalah beroleh keberanian ( 2 Tim 1 : 7). Dan itu terbukti dari gaya hidup para murid sebelum dan sesudah mereka dibaptis Roh Kudus. Sebelum dibatis Roh Kudus para murid ketakutan, kalau berkumpul secara sembunyi-sembunyi, takut dikucilkan dan dibunuh, dans ebagainya. Tapi saat mereka beroleh baptisan Roh Kudus, sikap dan gaya hidup mereka berubah 180 derajat. Minimal ada 3 kuasa kebranian yang mereka peroleh |
|
Read more...
|
|
|
Friday, 04 September 2009 |
|
Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubungan ku dengan sesama, dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk terakhir kalinya. “Tuhan”, kataku. “Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti.” Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. “Lihat sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau meperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabku. Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 5 |